Tampilkan postingan dengan label suhandayana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label suhandayana. Tampilkan semua postingan

Webinar: PARAFRASA

docs | #repost



KhoHand : 

"Teknik Parafrasa Untuk Menghindari Plagiarisme"



image: facebook Sebuah Cerita Kita, 13 November 2022 

DAMAIKAN BUMI | gogyoshi

docs | #repost





image: fb Taro Aizu, Oct. 22. 2022 

PEACE OF THE EARTH | gogyoshi

docs | #repost


October 22, 2022 07.59



World Gogyoshi of "WORLD PEACE" for the 5th anthology (47)

第5回世界五行詩集のテーマ「世界平和」の募集作品(47)



Suhandayana Day (Indonesia)

Gaya Penulisan - ARSIP KPP-CS 22j04

docs | #repost



Komunitas Penulis dan Pembaca Cobra Semekok 

KPP-CS - Palembang

Seminar Nasional Kepenulisan



image: instagram KPP-CS, 04 Oktober 2022 

DUREN TIGA BERDARAH

docs | #repost




Suhandayana

DUREN TIGA BERDARAH 








AKUNDAstudio, Juli 2022 






Referensi 
  • Antologi Puisi: SULUK API MALANG SUMIRANG, Kreasi Bahasa Kita - funbahasa, Cetakan Pertama, Surabaya, November 2022, h. 109. | No. QRCBN: 62-200-1018-240. 
  • Pengumuman Juara Festival Cipta Puisi Nasional 2022, funbahasa.com 02 Oktober 2022 
  • Pengumuman Pemenang Festival Cipta Puisi Nasional 2022, IG @funbahasa 02 Oktober 2022 
  • 200 puisi peserta lolos seleksi Festival Cipta Puisi Nasional 2022 Fun Bahasa | #FCPN2022 #repost 



*





AKUNDAstudio 

Education | Media | Art 




















22j02-1949

DATA CINTA MILIK BJORKAHOLIC

docs | #repost




Suhandayana

DATA CINTA MILIK BJORKAHOLIC 








AKUNDAstudio, September 2022 






Referensi 
  • Antologi Puisi: SULUK API MALANG SUMIRANG, Kreasi Bahasa Kita - funbahasa, Cetakan Pertama, Surabaya, November 2022, h. 77. No. QRCBN: 62-200-1018-240.  
  • Pengumuman Juara Festival Cipta Puisi Nasional 2022, funbahasa.com 02 Oktober 2022 
  • Pengumuman Pemenang Festival Cipta Puisi Nasional 2022, IG @funbahasa 02 Oktober 2022 
  • 200 puisi peserta lolos seleksi Festival Cipta Puisi Nasional 2022 Fun Bahasa | #FCPN2022 #repost 



*





AKUNDAstudio 

Education | Media | Art 




















22j02-1934

GAMBAR BISU






Suhandayana 

GAMBAR BISU 









AKUNDAstudio, 20 Juli 2022 




Ref. Masih dalam proses seleksi oleh tim kurasi Masyarakat Literasi Jember | HPI 2022. 




*





segera terbit

Antologi Puisi Hari Puisi Indonesia, 2022.





22g20

TERPERANGKAP SEBUAH KATA





Suhandayana

TERPERANGKAP SEBUAH KATA




AKUNDAstudio, 12 Juli 2022 




Ref. Masih dalam proses seleksi oleh tim kurasi Masyarakat Literasi Jember | HPI 2022. 




*





segera terbit

Antologi Puisi Hari Puisi Indonesia, 2022.




22g12

BENANGSARI #1



Suhandayana, Untaian BENANGSARI, 2022. 

PF 1 Juli, beib 


special image en.wikipedia.org/wiki/Leontopodium_nivale 






Suhandayana

BENANGSARI #1


harum edelweiss tumbuh di rumah tua
sekian lama tertikam debu kota
mengawal pergulatan sahaja

suara nyawa kami rajut bersama
di kamar batih, tertatih-tatih
membaca kitab kehidupan
menawar huruf mim dalam kata kerja

benangsari melebur putik
demi kekuatan laki-rabi
turut memakmurkan bumi :
   anak-anak burung telah bermunculan
   dari kelopak bungamu, beterbangan
   lalu mencoba meninggalkan kita
   menemui kebahagiaan alam dewasa



AKUNDAstudio, 01 Juli 2022 







BENANGSARI #1 #2 #3 #4 #5 #6 #7 #8 #9 


*





AKUNDA.net | Edumediart | 








22g01

NALURI PERTARUNGAN

Suhandayana 

NALURI PERTARUNGAN 







AKUNDAstudio, 2022





Publikasi :
  • Antologi Puisi Hari Puisi Dunia 2022 | Dunia: Suara Penyair Mencatat Ingatan, A. Rahim Eltara, dkk., CV. Catur Media Gemilang - Komunitas Sastra Krajan, Cetakan Pertama, Situbondo, Maret 2022, h. 98. | ISBN: 978-623-6439-92-0 


*






AKUNDAstudioAKUNDA.net | Edumediart




updated by iDayScripts 22d16-1212 

Pemenang LMP ke-13 Tulis.me 2022

Pemenang Lomba Menulis Puisi ke-13 Tulis.me 2022 

Pengumuman Minggu, 27 Maret 2022 
via web https://www.tulis.me/ | instagram @tulis.me | 


Juara 1 
Lanskap Berwarna Klise, karya Tjak S. Parlan. 
 
Juara 2 
Delirium Dewi Saini, karya Faidi Rizal Alief

Juara 3 
Kau adalah Luka yang Paling Luka, karya M. Helmy Prasetya. 

Juara Harapan 1 
Tanèyan, karya Rozekki 

Juara Harapan 2 
Persoalan Dapur Ibu, karya I.R. Zamzami 

Juara Harapan 3 
Narasi Bambu Talang, karya Budi Saputra 



Dewan Juri: 



https://www.tulis.me/pengumumanlombapuisi13/ 






Daftar Peringkat 100 Besar :

    1. Lanskap Berwarna Klise, Tjak S. Parlan 
    2. Delirium Dewi Saini, Faidi Rizal Alief 
    3. Kau adalah Luka yang Paling Luka, M. Helmy Prasetya 
    4. Tanèyan, Rozekki 
    5. Persoalan Dapur Ibu, I.R. Zamzami 
    6. Narasi Bambu Talang, Budi Saputra 
    7. Hikayat Tanah Wasiat, Romzul Falah 
    8. Empat Lanskap Jogja, Daviatul Umam 
    9. Lima Babak Sebelum Bengkulu Menyala, Muhammad Ali Zulfikar 
  10. Tiga Narasi Rusa, Budi Saputra 
  11. Adorasi, Nathanio Chris Maranatha Bangun 
  12. Munajat Para Malaikat, Yohan Fikri Mu’tashim 
  13. Aku Melihat Lukisan, Aku Melihat Bayangan, Muzammil Frasdia 
  14. Kuil, Afkar Aristoteles Mukhaer 
  15. Gerimis di Relung Rengganis, Fiky Yustika 
  16. Kasidah, Darwanto 
  17. Candi Sewu, Paulus Catur Wibawa 
  18. Obituarium Bandara Schiphol, Vania Kharizma 
  19. Dewabrata, Paulus Catur Wibawa 
  20. Sepenggal Rindu Pada Rempemaja, Petrus Nandi 
  21. Pada Senja, Kami Mulai Menenun Sisa, Putri M.A. Erline 
  22. Nyanyian Taman, Prisetyadi Teguh Wibowo 
  23. Rahim Teweraut, Stebby Julionatan 
  24. Retakan Cermin, WD Gafoer 
  25. Al-Masih, Afkar Aristoteles Mukhaer 
  26. Detak di Detik-Detik Akhir, Ilham Nuryadi Akbar 
  27. Ornamental Kesedihan, Ilham Nuryadi Akbar 
  28. Tunjangan untuk Usia, Raihan Robby 
  29. Lelaki yang Membangun Rumah dengan Kata-Kata, Angga Wiwaha 
  30. Tersesat di Jogja, WD Gafoer 
  31. Khidmat Perawan Suci: Maryam Binti Imran, Ahmad Ijazi Hasbullah 
  32. Rindu Jakarta, Maria Bernadeth Tukan 
  33. Pengakuan Laki-Laki di Usia Tiga Puluh Sembilan, Dian Hardiana 
  34. Ode untuk Altruis pada Zaman yang Kais, Andreas Agil Munarwidya, S.Pd. 
  35. Perempuan yang Termaktub di Tubuh Nisan, Ilham Nuryadi Akbar 
  36. Fourier Kehidupan, Aditya Idris 
  37. Aku Tidak Cantik, Muhammad Gibrant Aryoseno 
  38. Lalu Malam Berganti Pagi, JR Dami 
  39. Apakah Puisi-Puisi Ini, Ahmad Karomi 
  40. Paradoks, Tsamarah Atikah Nurdiyanah 
  41. Duhkitawara, Y Agusta Akhir 
  42. Hikayat Sang Wanodya, Ahmad Alif Azka 
  43. Menggubit Nasib, Suci Wulandari 
  44. Pada Sebuah Kisah, Afin Burhan Prapsita 
  45. Matahari dan Bumi, Evi Tsabita Aprillia 
  46. Wanita Bergincu Merah Hati yang Membawa Peti Mati, Bayuningrum Wijiastuti 
  47. Sebelum Alif Lam Mim, Erka Muhammad 
  48. Badai dan Peziarah Pertama, Salamandara Prila Aulin 
  49. Suatu Hari di Pulau Ibu, Rionell Huwae 
  50. Asing, JR Dami 
  51. Katastrope Puisi, Muhammad Mizan 
  52. Kalau Joko Pinurbo Punya Aplikasi Kencan, Alvin Edhy 
  53. Pohon Kata, Rizkiansya Maulid 
  54. Sekadar Jarak, Ahmad Sopian 
  55. Sebuah Percakapan Ringan, JR Dami 
  56. Menabur Cinta Ibu di Atas Raga Bapak, Maulidia 
  57. Seperti Teluk yang Gagal Dipeluk, Kalistus Gaudensius Ogilvi Daut 
  58. Musafir Tak Berarti, Ahmad Sopian 
  59. Sesuap Bahala, Suci Wulandari 
  60. Hujan yang Dirindukan, Ni Made Ida Yanti 
  61. Selasa, Santri Nurhafni 
  62. Galiung di Bibir Musi, Putri M.A. Erline 
  63. Kontras, Syahdan Malahayari 
  64. Sepanjang Jalan Serian Menuju Bintulu, Hadiwinata 
  65. Jatuh Bebas Ketidakpastian, Rodapersegi 
  66. Kisah di Negeri Ottoman, Fadlurachman Faizal Fachrirakarsie 
  67. Kereta Takdir, Yayuk Masarroh 
  68. Labirin, Astuti 
  69. Surat Perahu Kertas, Ivonne Olivia 
  70. Merupakan Karunia, Merupakan Angkara, Rianti Devi Candra 
  72. Kesadaran Lestari, Sulthan Muhammad Hakim 
  73. Menempuh Kampung Halaman, Afin Burhan Prapsita 
  74. Balada Rumah Kontrakan, Muhammad Syahdan Keliat 
  75. Senja di Teluk Bayur, Revi Kasman 
  76. Sangkuni Pengganggu Mimpi, Afan Ferianto 
  77. Kelana, Raudhia Maghfirah 
  78. Berkabung, Mia Santy 
  79. Rahasia Malam di Kota Jogja, Refi Wulandari 
  80. Menjadi Biru, Syaka Hasri Hasan 
  81. Waktu Kelabu, Muhamad Komarudin 
  82. Patuah Jendral Na Poso, Khoirunnisa Nasution 
  83. Balada Istri Seorang Nelayan, Mario D.E. Kali 
  84. Kupetik Bunga Melati di Tubuhmu, Jean Rivaldo Mansa 
  85. Kita, Sastra dan Senjata, Tomo 
  86. Upacara Pemakaman, Rosdiana 
  87. Wanita Pada Februari, Santri Nurhafni 
  88. Customer Service, M. Fahrisi Abdillah 
  89. Dari Gerbang ke Gerbang, Raptanaria Sinurat 
  90. Perempuan Sarang, Moh. Rifqi Wahyudi 
  91. Catatan Pemilik Toko Bunga: Florentia, Bayuningrum Wijiastuti 
  92. Amin yang Tak Seiman, Marwah Nasrah 
  93. Sang Pria Berjarah, Mujahidah Suardi 
  94. Gaun Putih Marie, Nisa Bidayatul Hidayah 
  95. Kapan Kita Rayakan Lagi Valentine di Rumah Ini, Mario D.E. Kali 
  96. Renjana Membisu, Yosua Christiawan Tedja 
  97. Sedetik Saja, Mariana Silviani 
  98. Melihat Diriku, Mariana Silviani 
  99. Hikayat, Nirmawati Palolo 
100. Ibu dan Lebaran Topa Ladha, Joko Rapsodi 


Perubahan data nominasi: 
Peringkat 11 dan 26 atas nama Sa'diyah Noval Izzah mencabut karya yang dikirimkan untuk diterbitkan sendiri. Untuk itu, peringkat tersebut digantikan peringkat di bawahnya. 

ex 11. Rencana Keluarga, Sa'diyah Noval Izzah
ex 26. Zaman di Tanahku, Sa'diyah Noval Izzah




IG https://www.instagram.com/p/CbnAsjVJEXP/


*





Kelas Daring Menulis Puisi 
lihat info di https://www.tulis.me/kelasdaring13/


*






Instagram @tulis.me 
first posting 

#repost di AKUNDAstudio 


*





Suhandayana, Berdagang Perang di Tanah Merah (2022). 















.

MAK! AKU KANGEN

Suhandayana 

MAK! AKU KANGEN 







Surabaya, 2021



*



Referensi 
Antologi Puisi: Simfoni Asmaraloka, Amalia N. F., Azka A. S., Mutiarahmadisya S. P., dkk., CV EMN Media, Bandar Lampung, 2 Desember 2021 | ISBN: 978-623-98858-0-9  


Suhandayana
Mak! Aku Kangen (2021) - h. 143. 
Wajah Maya (2021) - h. 144. 

**



Penerbit CV. EMN Media | weblog | 2021 





.book 22c04.

META PEREMPUAN

Suhandayana 

META PEREMPUAN 







AKUNDAstudio, 31 Maret 2021 


*


Referensi 

Event Puisi dan Cermin Penulis Nusantara, Shine Literacy Indonesia (SLI)
 
Renjana Sang Hawa, Vania Kharisma, Rara Aura Audya, Ratna Hastini SR, dkk., Zahir Publishing, Cetakan I, Yogyakarta, September 2021. 

Suhandayana, Meta Perempuan (2021) - h. 141. 










.iDay 22A13-2130.

Simfoni Asmaraloka

Kumpulan Puisi 

Simfoni Asmaraloka 



ebook fasilitas peserta LCPN 8 - 2021



Penulis 
Amalia Nurfebri Fahmadhani, Azka Aulia Shafar, Mutiarahmadisya Salsabillah P., Ananda Putri Kinanti, Annisa Aulia, Harim Nihla, Natania Vebe Balla, Aprilia Nurjanah, Aynoon Jameela, Afifatul Azkiyah, dkk. 


ISBN: 978-623-98858-0-9 

Size 14,5 x 19,8 cm
ix + 201 halaman


Editor 
Tim Event Menulis Nasional 

Penyunting 
Ardy Nugraha, S.M. 

Desain sampul dan tata letak 
Aska Nur Asfi 

Penerbit 

Bandar Lampung, 2 Desember 2021



Redaksi 
Jalan Marga Sinar Banten No. 18 
Sumber Rejo, Kemiling, Kota Bandar Lampung 
0857-8997-6195 
email: eventmenulisnasional@gmail.com 

*



Antologi Puisi: "Simfoni Asmaraloka" 2021 


Suhandayana
Mak! Aku Kangen (2021) - h. 143. 
Wajah Maya (2021) - h. 144. 

**




PO buku Simfoni Asmaraloka





*




Event Menulis Nasional 8 


ig 21j21-0921



*



Penerbit CV. EMN Media 


Instagram | WhatsApp (Aska) | linktr.ee | Proposal Terbit Gratis | 

*





AKUNDAstudio | AKUNDA.net | Edumediart | 





.book 22c04.

IMAJI PENGHULU PULAU SAGU

Suhandayana 

IMAJI PENGHULU PULAU SAGU 






AKUNDAstudio, 2021 



*






Referensi 

Serenade untuk Sebuah Kisah, Rintas, Wulan Mulya Pratiwi, Nurma Smartawijaya, dkk., Kemdikbud, Cetakan Pertama, Jakarta, 2021, h. 237. 

ISBN: 978-979-8250-85-9  




Puisi

DeYe, Harmoni Budaya, h. 1. 

Miya'ZTuhan Ciptakan, h. 81. 

DeYe, Pesona Tradisi, h. 155. 

Miya'Z, Sang Pemahat, h. 171. 

Suhandayana, Selebes Nama Lamaku, h. 215. 

Suhandayana, Imaji Penghulu Pulau Sagu, h. 237. 

Miya'Z, Aku Warisan, h. 247. 


**




Warisan Budaya Takbenda web instagram | Kemdikbud Repositori | cerpen | buku | literasi | 






.ebook 21L06-1440.

SELEBES NAMA LAMAKU

Suhandayana 

SELEBES NAMA LAMAKU 






AKUNDAstudio, 2021 



*






Referensi 

Serenade untuk Sebuah Kisah, Rintas, Wulan Mulya Pratiwi, Nurma Smartawijaya, dkk., Kemdikbud, Cetakan Pertama, Jakarta, 2021, h. 215. 

ISBN: 978-979-8250-85-9  




Puisi

DeYe, Harmoni Budaya, h. 1. 

Miya'ZTuhan Ciptakan, h. 81. 

DeYe, Pesona Tradisi, h. 155. 

Miya'Z, Sang Pemahat, h. 171. 

Suhandayana, Selebes Nama Lamaku, h. 215. 

Suhandayana, Imaji Penghulu Pulau Sagu, h. 237. 

Miya'Z, Aku Warisan, h. 247. 


**




Warisan Budaya Takbenda web instagram | Kemdikbud Repositori | cerpen | buku | literasi | 






.ebook 21L06-1440.

Serenade untuk Sebuah Kisah

.

Peluncuran Buku Antologi Cerpen

Serenade untuk Sebuah Kisah

Kamis, 2 Desember 2021 09:00 - selesai
Zoom meeting 




Kemendikbudristek | Miya'Z Script Agency




*

Lindungi Budayalink 

Instagram @lindungibudaya 
Facebook @LindungiBudaya 
Twitter @LindungiBudaya 
Youtube Perlindungan Kebudayaan 


*





Serenade untuk Sebuah Kisah
Selaksa Cinta Menyatu dengan Sewindu Waktu

Penulis:
Rintas, Wulan Mulya Pratiwi, Nurma Smartawijaya, Ilayatifa, Olivia Erlinda Agatha Manalu, Titis Widias, Nazra Devi, Sindy Abdullah, Dian Nofitasari, Savitry Khairunnisa, Eva Riyanty Lubis, Kallea Dinata, Muhammad Hakim, Yus R. Ismail, Ghaida Maharani Fitri, Evita Cristiana, Nadia Ha’iliyah,
Diniar Nur Fadilah, Ratna Ning, Hera Budiman, Rati Kumari, Niken Sari, Panji Pratama, Arya Bumi, Asfi Diyah, Fiane N. Setiady, Novia Sabda, Abby Onety, Malica Ahmad, Yeti Nurmayati, Sri Suparti, Mulasih Tary, Dini W. Tamam

Puisi oleh:

PENERBIT:
Direktorat Pelindungan Kebudayaan,
Direktorat Jenderal Kebudayaan,
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Penyunting: Mia Siti Aminah, Ratna Kurnia
Desain Sampul: Susiyo Guntur, Eko Widianto
Penata Letak: Sherly, Devi Indriasari

Cetakan pertama, 2021
xiv + 274 halaman, 15×21 cm
ISBN: 978-979-8250-85-9

Hak Cipta dilindungi Undang-Undang
Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian 
atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari penerbit.

*







YouTube video




*





download untuk kepentingan pendidikan  
*



PENULIS

Cerpen

Mantra itu menenggelamkan rasaku pada renjana tak berkesudahan.
(Hera Budiman, “Renjana dalam Mantra Sunda”)

“Ilmu pengetahuan manusia hanyalah seujung debu dari kuasa Tuhan.”
(Kallea Dinata, “Tuhan dalam Semangkuk Kolak Ayam”)

“Santapan kami memang sederhana. Namun, kebersamaan kamilah yang
menjadikannya istimewa.” (Sri Suparti, “Merindu Paca Goya”)

“Kita bisa harmonis seperti biru langit dan awan putih.”
(Niken Sari, “Bait Kisah Haru Barempuk”)

Tidak selamanya diam adalah emas. Ada saat ketika diam malah menjadi
besi berkarat. (Fiane N. Setiady, “Manusia Nol”)

Merantaulah .... Engkau ‘kan mengerti alasan kau kembali.
(Titis Widias, “Harmoni Indah Kenduri Sko”)

“Sukma yang terbakar rasa akan tenang karena tirta kedamaian semesta.”
(Rati Kumari, “Percikan Tirta Kedamaian”)

Dia hadirkan rinai untuk mengecup semesta.
(Novia Sabda, “Selaksa Asa di Langit Semesta”)

“Tak ada yang lebih pantas bagi seorang pejuang yang gugur selain kembali
pulang, bukan?” (Arya Bumi, “Neraka Sepuluh Malam”)

“Ah, aku mau berdamai dengan diri agar mampu mencinta sepenuh hati.”
(Nazra Devi, “Topi Merah Panglima Laot”)

“Kamu boleh bermimpi setinggi langit, tapi jangan lupakan budaya sendiri.”
(Eva Riyanty Lubis, “Bagaimana Mungkin Aku Lupa”)

“Cinta tak pernah salah memilih, tapi kadang pada ruang yang tidak tepat.”
(Abby Onety, “Romansa sang Traveller di Maudu Lompoa”)

Dia adalah pilihan hati Zuraida. Tegakah aku merusak kebahagiaan mereka?
(Savitry Khairunnisa, “Peterakne Pelebur Dendam”)

Mungkin, ada secercah harapan yang dapat managokkan kayu lapuk
perekonomian Agam. (Wulan Mulya Pratiwi, “Menyilau Rindu”)

Kamu adikku, Mei. Kita hanya beda ibu, papi kita sama.
(Sindy Abdulloh, “Luka Silam, Lesong yang Terkenang”)

Cinta adalah kekuatan yang membangkitkan naluri untuk berjuang.
(Nurma Smartawijaya, “Tengepik Dua Empat”)

Rasa bersalah membuatnya mampu melihat sedikit lebih jernih.
(Dian Nofitasari, “Terbuai Malu”)

Kearifan dahulu akan terpatri di dalam kalbu orang-orang berilmu.
(Yus R. Ismail, “Rahasia Papa dan Pemetik Tarawangsa Berikat
Barangbang Semplak”)

Mulai malam itu, jiwa Nurahman seketika memikul rindu yang biut.
(Panji Pratama, “Sang Pemikul Rindu”)

“Bukankah belimbur-nya baru besok, kenapa airnya sudah turun di
matamu?” (Asfi Diyah, “Sulam Tumpar di Percikan Belimbur”)

“Kemurahan hati dan kerelaan untuk saling memaafkan, itulah inti
yaqowiyu.” (Evita Cristiana, “Secercah Cahaya Mentari di Yaqowiyu”)

“Aku telah memilih jalanku untuk menjadi yang terpilih.”
(Diniar N. Fadilah, “Menggapai Ombak Laut Selatan”)

Di mana kaki berpijak, di situ langit dijunjung.
(Rintas, “Sebaris Pesan Cinta dalam Goresan Inai”)

“Kenapa harus kucing?”
(Nadia Ha’iliyah, “Sepasang Pengantin yang Mengeong”)

“Sebaris kalimat pengawal hidup baru.”
(Ghaida Maharani Fitri, “Kupinang dengan Pantun”)

“Sosokmu kusebut dalam doa,
Tuhan yang mengizinkan dan takdir mempersatukan.”
(Olivia Erlinda Agatha Manalu, “Upacara Doa yang Terkabul”)

“Memendam perasaan bisa jadi berbahaya karena terlalu lama disimpan bisa
menimbulkan luka.” (Ilayatifa, “Tarian Cinta di Pantai Merah Muda”)

Mati tidak disebut meninggal, tetapi dianggap orang sakit.
(Malica Ahmad, “Penghormatan Terakhir”)

“Di tengah keramaian seperti perayaan ndambu ini pun, hatinya tetap
merasa pilu.” (Dini W. Tamam, “Melepas Rindu di Tanah Papua”)

“Aku berdiri dan pergi meninggalkan lelaki pecundang itu.”
(Yeti Nurmayati, “Pesan Terakhir”)

Mimpi aneh itu mungkin cara Tuhan mengingatkan agar tak melupakan
asal-usul mereka. (Ratna Ning, “Selendang Kuning Nyi Pohaci”)

“Semoga kalian terus berbahagia.”
(Muhammad Hakim, “Sepucuk Kata di Ujung Jembatan”)

Mama Tua basah. Tahulah aku dari mana asal baunya.
(Mulasih Tary, “Pesan Angin yang Berembus saat Petang”)






Puisi

DeYe, Harmoni Budaya, h. 1. 

Miya'ZTuhan Ciptakan, h. 81. 

DeYe, Pesona Tradisi, h. 155. 

Miya'Z, Sang Pemahat, h. 171. 

Suhandayana, Selebes Nama Lamaku, h. 215. 

Suhandayana, Imaji Penghulu Pulau Sagu, h. 237. 

Miya'Z, Aku Warisan, h. 247. 


**




Repositori Kemdikbud.go.id 

http://repositori.kemdikbud.go.id/24145/ 
 
Ebook_Serenade untuk Sebuah Kisah.pdf
Copyright All Rights Reserved

dd 03 Dec 2021 04:32


*




image https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/dpk/?s=serenade+untuk+sebuah+kisah


*




Warisan Budaya Takbenda | web | instagram


*




Special Tengkyu buwat Kak Mia Siti Aminah, Kak Dewi Yuliyanti, Kak Kirana Kejora 





edited 21L02

AKUNDAstudio | AKUNDA.net | 










.

GELISAH KOTA PESISIR

Suhandayana
GELISAH KOTA PESISIR


semenjak dulu orang mengenal negeri ini
jasirah tropika anugerah surga bahari
sungai, danau, dan lautan seluas dua kali
dari daratan kepulauan berhutan jati
peta mencatat desa agraris dan kota urban
tumbuh bandar, industri, perdagangan
masihkah menyaji rasa nyaman?

tidak!
hujan melimpah pembawa berkah
tak semua terkendali otak bubrah
desa kota sama-sama bertanya
mengapa masih mendulang banjir
padahal sudah dirancang canggih
dan dibangun dengan semangat gigih

lahan pesisir pun disandra arus gigil
terguyur air dari langit yang marah
laut musim kemarau bersungut-sungut
tetap bernafas mode pasang-surut
menarikan badai bersama hujan
seperti berpesan di akhir jaman:
jagalah airmu!



Surabaya, 07 Oktober 2021





- - -

Puisi bentuk (susun baris) jenis septime (tiap bait terdiri dari 7 baris) 
Tema: hujan | kelas kepenulisan bersama komunitas SLI



*





KREASI PUISI PENDEK NASIONAL 2021 

#KPPN2021 funbahasa.com | Instagram | Facebook


Paket C | Puisi 3 | Finalis 200 Puisi Terbaik | 
No. 116 - Suhandayana, Gelisah Kota Pesisir, 07 Oktober 2021 



GELISAH KOTA PESISIR 
Suhandayana 


Dunia mengenal negeri ini 
jasirah tropika anugerah surga bahari 
Sungai, danau, lautan seluas dua kali 
daripada daratan berhutan jati 
Peta desa agraris dan kota urban 
tumbuh bandar, industri, perdagangan 
Masihkah menyaji rasa nyaman? Tidak! 

Hujan melimpah pembawa berkah 
tak semua terkendali otak bubrah 
Desa, kota sama-sama bertanya 
mengapa masih mendulang banjir 
padahal sudah dirancang canggih 
dibangun pakai pajak domestik 

Lahan pesisir pun disandra arus gigil 
terguyur air langit yang marah 
Laut musim kemarau bersungut-sungut 
tetap bernafas mode pasang-surut 
menarikan badai bersama hujan 
seperti berpesan di akhir jaman: 
Jaga airmu! 



AKUNDAstudio, 7 Oktober 2021 (edited




Bionarasi 

SUHANDAYANA. Kelahiran Surabaya 18 Juni 1961. Alumnus FH Unair, Staf Legal Office di beberapa perusahaan swasta. Hobi sastra & musik. Aktif di AKUNDAstudio dan Tim Mentoring di Penulis Muda EDUMEDIART (Education, Media, Art). Koordinator Bidang Organisasi Serikat Musisi Indonesia (SMI) Jawa Timur (2019-sekarang). Peserta Antologi “Puisi Menolak Korupsi” (2015, 2021), “Palestine & Humanity” (2021), “Renjana Sang Hawa” (2021), HPI “Seribu Tahun Lagi” (2021), “Bayi-bayi Puisi di Era Digital” (2021), “Jejak Puisi Digital” (2021), “Finalis (50 & 200) Puisi Terbaik” Festival Cipta Puisi Nasional 2021 Fun Bahasa. 

Alamat: Jl. Gubeng Kertajaya IX-A No. 34, Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur 60286.

Facebook Suhandayana Day
Instagram @Suhandayana_Day
CP / WhatsApp 081217018699
eMail: suhandayana@gmail.com


Ref.: Antologi Puisi Siraman, Eko Setyawan , dkk., CV. Insan Paripurna, 2022, h. 121. 



*




Finalis Puisi Terbaik | Peserta | 


No. 20 - Finalis 30 Puisi Terbaik: 
Suhandayana, Memungut Kopi Pahit (2021), h. 23. 

No. 34 - Finalis 50 Puisi Terbaik: 
Suhandayana, Jihat Sang Debu (2021), h. 38. 

No. 116 - Finalis 200 Puisi Terbaik: 
Suhandayana, Gelisah Kota Pesisir (2021), h. 121. 

*


**



Catatan | Bahasa | Sastra | Puisi | Poem | 


edited 07/11/2021


***




AKUNDAstudio | AKUNDA.net | Edumediart | 




.

La PERSADA Nusantara

La PERSADA Nusantara
LaPERSADA Group icon

Kompilasi Grafis

Kompilasi Grafis
Images: ISTIMEWA

Jasa Penulisan, Basic Writing, Editing, Layout