Tampilkan postingan dengan label Hari Puisi Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hari Puisi Indonesia. Tampilkan semua postingan

Lomba Cipta Puisi HPI 2021


Lomba Cipta Puisi Grup FB Hari Puisi Indonesia | Nama peserta 

 



Info Lomba Cipta Puisi HPI 2021 ¹)

*




**


Daftar penyair peserta Lomba Cipta Puisi Grup Facebook HPI, periode 26 Juli - 16 September 2021.
Semua puisi diunggah di beranda Grup Facebook HPI 2021. ³) 
  1. A Machyoedin – (1) Fenomena di Era Digital (2) Burung-Burung yang Pindah 
  2. A Musabbih – (3) Dongeng yang Tersentuh (4) Nun 
  3. A Rahim Eltara – (5) Sihir Zaman (6) Ilham di Ujung Jemari 
  4. A Syauqi Sumbawi – (7) Di Pusaran Kopi dan Krim 
  5. A Warits Rovi – (8) Mata Ketiga Seorang Penyair (9) Penyair di Depan Layar Komputer 
  6. Aan Subhansyah – (10) Sebutir Pasir Di Pantai (11) Jendela Kereta Listrik 
  7. Abahrhays – (12) Puisi / Istri 
  8. Abdul Aziz Hm. El-Basyro – (13) Kepada Garis (14) Martabat Tujuh 
  9. Abdul Mukhid – (15) Di Mana Kita Ini (16) Sebuah Penafian: Puisi 
  10. Abdul Warits – (17) Reinkarnasi Manusia Penyair (18) Kalam Mufidah 
  11. Abinya Umar – (19) Kejahatan Dunia Maya (20) Serba Online
  12. Achmad Masih – (21) Panggung Besar, Panggung Kecil
  13. Achmad Sochib – (22) Sah (23) Insinyur Puisi
  14. Ade Ganiarti – (24) Penyair Lukislah Kisah
  15. Ade Kurniawan – (25) Suara Suara Rakyat
  16. Adi Saputra – (26) Membuat Sambal Serai Buatan Ibu (27) Kata–Kata Asing, Tak Ingin Kembali
  17. Adi Taufik – (28) Aksara di Layar Media (29) Dunia Berganti Cerita
  18. Admono – (30) Lelaki di Ladang Kata, Direnung Puisi Ruang Maya (31) Do’a – Do’a Dari  Mulut  Android
  19. Adri Darmadji Woko – (32) Ruh Abadi (33) Adam dan Eva
  20. Adrian Kelana – (34) Bangkitlah Penerus Pujangga
  21. Afrilia Kusuma Wardani – (35) Sim Salabim (36) Pejuang Diksi Digitalisasi
  22. Agoes Andika – (37) Pura Gunung Sari (38) Mimpi Bersama Angin
  23. Agus Buchori – (39) Gending Dari Drajat (40) Mengenang Jalan Daendels
  24. Agus setyawan – (41) Sebongkah Harapan (42) Di Antara Musim
  25. Agus Sukamto – (43) Kuncup (44) Sang Idola
  26. Ahmad Ijazi Hasbullah – (45) Panggung Virtual Penyair
  27. Ahmad Kohawan – (46) Dunia SemuTiktok
  28. Ahmad Setyo – (47) Belah Ketupat Virtual
  29. Ahmad Surkati Ar – (48) Terbelah Dua (49) Beragama Di Medsos
  30. Ahmadi Haruna – (50) Selamat Pagi Tuan Guru, Selamat Pagi Ibu Guru (51) Merdeka Hari Ini Di Rumah Saja
  31. Ajik Suastana – (52) Dunia Maya Bukan Hakekat (53) Terjebak Dunia Maya
  32. Akhmad Sekhu – (54) Gemetir Penyair (55) Sajak Selebritas
  33. Aksara Pena Bisu – (56) Penyair Maya (57) Dunia Baru Aksara
  34. Al has – (58) Panggung Virtual Penyair
  35. Alek Brawijaya – (59) Kertas dan Tinta (60) 0 Dalam 5+1
  36. Alexander Robert Nainggolan – (61) Penyair (62) Seorang Perempuan di Taman Kota
  37. Ali Hamzah – (63) Diam Sajalah
  38. Ali Ibnu Anwar – (64) Jaringan Tubuh
  39. Alina Sukesi – (65) Gawai (66) Sungai Gawai
  40. Amiruddin Lallo – (67) Bulan “Nun” (68) Parka
  41. Amrin Tambuse – (69) Katanya (70) Hujan dan Rahasia Ibu yang Belum Terpecahkan
  42. Andik Winarko – (71) Gaya Jaman Masa Kini (72) Tuang Pada Ruang Kaca
  43. Andri Pituin Cianjur – (73) Arwah Puisi Gentayangan (74) Apologia Seorang Penyair Digital
  44. Anita Pasaribu – (75) Wajah Wajah Pemuisi Digital (76) Melalui Puisi Kita Berbakti
  45. Anton Gustiawan – (77) Tersesat(78) Perkawinan
  46. Anugrah Prasetya – (79) Penyair Joko (80) Penyair Elon
  47. Apir Imami – (81) Cerita Penyair dalam Berkarya
  48. Apri Medianingsih – (82) Percakapan Puisi dan Digital (83) Puisi Merdeka
  49. Arief Joko Wicaksono TR – (84) Kembali Menjadi Ibu (85) Sajak yang Tak Besar Kepala
  50. Arnita – (86) Tidak Ada Lagi Mesin Tik Dan Bunyi Alarm (87) Di Detik Ini
  51. Arther Panther Olii – (88) Menyimpan Dokumen Ibu (89) Ghosting
  52. Artummi Sasih – (90) Ketika Menatap Sebuah Titik (91) Sebelum Ini
  53. Ary Toekan – (92) Rindu yang Purnama (93) Puisi Untuk Puisi
  54. Asad Al sahara – (94) Penyair Tua Miskin Kata
  55. Asep Wahyuningrat – (95) Selancar Aksara Tanpa Batas
  56. Asmariah – (96) Dua Belas Purnama Terlewati (97) Memasuki Bilik Gawai
  57. Astrajingga Asmasubrata – (98) Usaha Menjadi Seorang Ibu yang Begini Saja (99) Selain Tentang Malam di Kedai 24 Jam
  58. Atut Dwi Sartika – (100) Kehidupan yang Lebih Baik (101) Warisan
  59. Azwar Aw – (102) Tak Sakral Lagi
  60. Badruz Zaman – (103) Koran Untuk Abdul (104) Lengking Corong Pada Malam Bolong
  61. Baginda Mulya – (105) Untaian Syair Kata Rindu
  62. Bambang Widiatmoko – (106) Penyair Zombi (107) Dunia Dalam Genggaman
  63. Beny Syah –(108) Dialog Seorang Penyair Dengan Kematian (109) Musim Puisi
  64. Bety C. Rumkoda – (110) Sajakku Tersimpan di Facebook
  65. Riyanto – (111) Nak! (112) Anak-Anak Zaman Now
  66. Binoto H Balian – (113) Para Pengeram Waktu (114) Jejak-Jejak Peziarah
  67. Budhi Setyawan – (115) Kuasa Hiper Realitas dan Sajak Sajak Tak Terbaca (116) Puisiku Joget Tiktok
  68. Budianto Sutrisno – (117) Jemarimu Singgasanamu (118) Digital atau Terpental
  69. Bulan – (119) Tak Akan Berubah (120) Regenerasi
  70. Buya Al – Banjari – (121) Mata Pena Sang Penyair (122) Bocah Kecil Bertubuh Mungil
  71. Candra N. Pangeran – (123) Antologidotcom (124) Mati Gaya Tanpa Kuota
  72. Cekgu Wiro – (125) Tiktok-Tiktok (126) Berselancar Penuh Damai
  73. Chalvin Pratama Putra – (127) Dalam Kaca Kecil (129) Penyair dan Kematiannya
  74. Chanchan Parase – (130) Wabah Digitalisasi (131) Liang Kalam Penyair
  75. Christia Dewi Eka – (132) Sangkil (133) Mangkus
  76. Cuk Ardi – (134) Aku (135) Kakek dan Cucuku
  77. Cunong Nunuk Suraja – (136) Jejak Kooong Perkutut Kevin (137) Kooong Perkutut Wilbur Melintas Padang
  78. D’ Eros Sudarjono – (138) Pohon Puisi Tak Pernah Mati (139) Antara Cetak dan Digital
  79. Dahlan Hadiwisastra – (140) Chairil Tidak Mati (141) Bunyi Gaduh
  80. Daladi Ahmad – (142) Penyair Tua Dan Berlaksa Sajak (143) Risalah Puisi
  81. Dalle Dalminto – (144) Penyair di Era Digital(145) Riwayat Si Kutu Buku
  82. Damayanti Soekandar – (146) Sajak Tercemar (147) Senja di Sebuah Kontrakan
  83. Dandi – (148) Wasilah (149) Warganet
  84. Darius Baki Akamaking – (150) Syair di Titian Dermaga Cinta (151) Om Sopir Pegang Kemudi
  85. Darussalam Santika P – (152) Akhirnya Wassalam (153) Ode Dunia Maya
  86. Daviatul Umam – (154) Intermeso (155) Jangkrik & Kesenangan Mayanya
  87. Deda Ibrahim – (156) Puisi Pagi (157) Penyair Maya
  88. Dedi Tarhedi – (158) Sinyal Puisi (159) Puisi Itu Lebih Canggih
  89. Dedi Tri Riyadi – (160) Dalam Hariku
  90. Dedi Wahyudi – (161) Kertas dan Pentas (162) Dunia Jari Jemari
  91. Deni Purnomo – (163) Monolog Seorang Penyair (164) Penyair Tua
  92. Denting Kemuning – (167) Virus di Era Digitalisasi
  93. Desire Whine Arsy – (168) Puisi dan Habitat Digitalisasi (169) Puisi Tumbuh
  94. Dewi Linggasari – (170) Kunang Kunang (171) Pergilah
  95. Dharmadi – (172) Coba Membaca Kehendak-Mu (173) Realita
  96. Dian Rahayu – (174) Munafik
  97. Dian Rusdiana – (175) Merayakan Hari Puisi (176) Penyair yang Lupa Kertas dan Pena
  98. Diana Ries – (177) Lukisan Sang Penyair
  99. Djuminten – (178) Setelah Telepon Genggam (179) Setelah Puisi Dewasa
  100. Dody Yan Masfa – (180) Racun Digital (181) Merayakan Kemardekaan Tanpa Kemerdekaan
  101. Dwi Lestari Wiyono – (182) Mengukir Jejak, Menorehkan Sejarah; Hanya Demi Sebuah Nama Terukir (183) Sebatas Kuota, Berbatas Bukan Unlimited
  102. Dzulkarnain  – (184) Di Wajah Layar Kaca (185) Detak Detik Jantung Waktu
  103. Ebi Langkung – (186) Laut Digital (187) Menu #Sarapan Puisi Virtual
  104. Eddie MNS Soemanto – (188) Dunia Baru yang Sebetulnya Sudah Diprediksi (189) Kita Adalah Produk Yang Mereka Jual
  105. Eddy Pranata PNP – (190) Ia Tenggak Kopi Hingga Ke Ampasnya (191) Mesin Tik Kelurahan
  106. Edrida Pulungan – (192) Negeri Surgawi Asia
  107. Eka Fitriani – (193) Puisi Dalam Memo
  108. Eka Soe – (194) Puisi Yang Tak Pernah Patah Hati (195) Gawai Tak Berdawai
  109. Eko Windarto – (196) Suara Jiwa (197) Sajak Buat Indonesia
  110. Eli Wahyuni Nasution – (198) Pertumpahan Lakmirasi (199) Manusia yang Digembala Centang Biru
  111. Emi Suy – (200) Penyair dan Ziarah Virtual (201) Fragment Sunyi
  112. En Aang MZ – (202) Masih Belajar Melalui Gmail.com (203) Aku Membaca Puisi
  113. Ence Sumirat – (204) Kopi Malam (205) Kebutuhan
  114. Enthieh Mudakir – (206) Puisi Bercumbu di Era Digital (207) Jangan Beri Aku Tanya
  115. Erna Winarsih Wiyono – (208) Imei (209) Di Ujung Signal Bar
  116. Esti Sundari – (210) Aku Pada Puisi (211) Kenang Aku
  117. Ethex – (212) Belajar Nulis Puisi (213) Jari Jempol
  118. Evi Maulany – (214) Kemerdekaan Terbalut Pandemi (215) Akrostik Merdeka
  119. Ewith Bahar – (216) Imigran Digital (217) Laksana Musik Blues
  120. Fadhil Sekennies – (218) Mengarsir Tubuh Kekasih di Rebah Waktu
  121. Fahmi Wahid – (219) Sajak di Dinding Cahaya (220) Memandang Landscape Dunia Maya
  122. Faiqah Jamilah – (221) Penyair dan Laman Puisi
  123. Fajrul Alam – (222) Enak Begitu Saja (223) Beranda Media
  124. Faris Al Faisal – (224) Di Depan Layar (225) Kanon
  125. Fathurrohman – (226) Dari Sebuah Ketinggian (227) Dunia Tanpa Jeda
  126. Fatimah Adam – (228) Pagi Cinta (229) Bangun dari Keterpurukan Cinta
  127. Firman Fadilah – (230) Puisi 4.0
  128. Firman Wally – (231) Hadiah Sepeda Untuk Si Bocah (232) Dampak Wabah
  129. Funky Zubair Affandy – (233) Ayo! Tanam Sajak (234) Penyair Menenteng Tanya
  130. Gambuh R. Basedo – (235) Izinkan Aku Gusti (236) Zaman Edan
  131. Gampang Prawoto – (237) Kata Logika Bola (238) Bilah
  132. Ganesha Yudhistira – (239) Inginmu Akan Anggapan Atas Besarmu (240) Tenangkanlah Diri Dalam Sastrawi
  133. Gelora Aksara Indah – (241) Akrostik Puisikan Puisimu Puan (242) Setangkup Rona Puisiku
  134. Ghufron Cholid – (243) Penyair Abad 21 (244) Penyair Masa Kini
  135. Gia Setiawati Mokobela – (245) Layar Empat Dimensi (246) Sajak Untuk Penyair di Era Digital
  136. Gilang Perdana – (247) Mode Vr: Mengunjungi Museum (248) Puisisaurus Rex
  137. Gurit Asmara Ruci – (249) Penyair Tanpa Rupa (250) Dunia Sekepalan
  138. Gusti Fahriansyah – (251) Lomba Menulis Puisi (252) Penyair 4g
  139. Hafsah Saidah – (253) Dunia Penyair (254) Sang Penyair
  140. Hamri Manoppo – (255) Hapeku, Kekasihku Gelapku,Mereka Pun Cemburu (256) Belanja Di Toko ” Online”
  141. Hamzah Zaidin – (257) Tak Pantas Kau Disebut Penyair
  142. Hanik Kasmery – (258) Selaksa Peristiwa Senja
  143. Hasani Hamzah – (259) Mengasuh Puisi Mengasah Diri (260) Anakku Lahir Di Bulan Juli
  144. Hasmidi – (261) Burung Perak yang Terbang Tanpa Sayap
  145. Hayat AbiCikal – (262) Balada Seorang Penyair
  146. Hendra Sukmawan – (263) Penyair Tenggelam di Akhir Abad (264) Tuhan Tenggelam Dalam Genggaman
  147. Herlambang Kusuma Wardana – (265) Dari Ponsel (266) Rengekan
  148. Herlina Syafrudin – (267) Betina Maya
  149. Hermawan – (268) Perempuan Itu (269) Menunggu Rindu
  150. Heru Patria – (270) Geliat Puisi Gawai (271) Seorang Penyair yang Terlempar Ke Era Digitalisasi
  151. Heza Hara – (272) Tarian Jemari
  152. Hoerudin – (273) Zarah Nirmassa (274) Simulakra
  153. Hudan Nur– (275) Fraw
  154. Humam S. Chudori – (276) Merancapi Teknologi Digital (277) Kau Datang Ke Kamarku Tanpa Mengetuk Pintu
  155. I Made Suantha – (278) Puisi Facebook Penyair Urban (279) Bertani Di Ladang Puisi
  156. Ian Hasan – (280) Emotikon (281) Distraksi
  157. Iesti KM – (282) Kisah Penyair Digital (283) Sajak Pohon Digital
  158. Ihsan saputra – (284) Puisi Dalam Smartphone (285) Buku Puisi Yang Usang
  159. Iis Singgih – (286) Penyair di Ruang Sunyi (287) Siniar
  160. Ika Yuni Purnama – (288) Di Lingkaran Maya (289) Teman di Mars
  161. Ikhsan Risfandi Zetry Iminy – (290) Telusur Kromatik Versi 0.0 (X86_64) (291) Os X Catalina 10.15.7
  162. Imam Rosyadi Mahmudi – (292) Medium
  163. Ina Herdiyana – (293) Abadi Dalam Puisi
  164. Inong Pelangi – (294) Mencumbu Dunia
  165. Irma Khairani Marbun – (295) Bukan Zaman Purba (296) Era Digitalisasi
  166. Irna Munawarah – (297) Sastrawan Digital (298) Surat Yang Kau Simpan
  167. Isbedy Stiawan ZS – (299) Masuk Ke Tubuh Anakanak (300) Lelaki Yang Pulang Sebelum Siang
  168. Iswadi Bahardur– (301) Merayakan Negeri Dalam Jaringan
  169. Itov Sakha – (302) Si Gatalhomodeus Dari Gua Hantu (303) Si Gatalhomodeus Dan Kutu Lunak
  170. Iwan Setiawan – (304) Aku, Kau, dan Zaman (305) Pondok Rumbia
  171. J Akid Lampacak – (306) Di Bawah Bayangan Penyair (307) Dalam Gelap Puisi
  172. Jauhar R – (308) Kepada Puisi
  173. Jahwan – (309) Kekalahanku (307) Zaman Modern
  174. Jai Donk – (310) Penyakit Lamamu
  175. Jaka Junie – (311) Tuan P (312) Pada Suatu Hari
  176. Jang Sukmanbrata – (313) Digital Itu Hewan Kota (314) Koran Kenangan Digital
  177. Jauza Imani – (315) Mati Rasa (316) Kotak Pemintas Jarak
  178. Jesy paramita – (317) Kearifan Temporer Tentang Mabuk dan Cinta (318) Sajak Anak Pribumi
  179. Jhon FS. Pane – (319) Sepucuk Surat Dalam Kenangan (320) Membaca Nama Di Sebuah Linimasa
  180. Joe Hasan – (321) Ini Hari (322) Aku Ingin Jadi Penyair
  181. Joni Hendri – (323) Meninggalkan Pelabuhan Puisi (324) Dokumen-Dokumen Puisi
  182. Jonson Effendi – (325) Kejahatan Dunia Maya (326) Serba Online
  183. Julia Utami – (327) Mamon- Mamon Kenyamanan (328) Ibuku Pengemudi Ojek Online
  184. K Kasdi WA – (329) Berani Sendiri
  185. Azhar – (330) Rindu (331) B.o.s.a.n
  186. Kamareka Suta – (332) Lara Penyair Tua (333) Ya Maya Maya
  187. Kardanis Mudawi Jaya – (334) Apa Yang Anda Pikirkan? (335) Melayarkan Puisi di Sungai Gawai
  188. Karmila Damayanti – (336) Puisi dan Penyair
  189. Khairani Piliang – (337) Penyair Kertas (338) Sesederhana Itu Mengaplikasikan Rindu
  190. Khalid Alrasyid – (339) Sajak Usang (340) Di Atas Piranti
  191. Khalilullah – (341) Penyair Dalam Dunia Setelah Chairil (342) Dua Tahun Kesunyian
  192. Kidung Permata – (343) Gambar Usang (344) Imaji Kata
  193. Kiki MD – (345) Kuli Tinta Kelayapan (346) Aku Ingin Menjadi Hape
  194. Kotagu Hayatudin – (347) Elegi Puisi di Masa Kini (348) Aku Tidak Sinting!
  195. Krisna – (349) Jemari Digital
  196. Kukuh Priyatno – (350) Kurun (351) Rebah
  197. Kurliyadi Hamzah – (352) Nasib Jeluang di Tangan Penyair (353) Makrifat Dunia Maya Seorang Penyair
  198. Kurnia Effendi– (354) Candu (355) Wisata Dua Sisi Mata Uang
  199. Kurniawan Junaedhie – (356) Jakartaku, Jakartamu (357) Tiga Pipit di Tengah Kefanaan
  200. La Cendank – (358) Abad 21 Di prediksi (359) Karakter Kakek, Beda
  201. Lala Asmaraluca – (360) Mengukir Prestasi Dalam Sastra Maya
  202. Leenda Madya – (361) Hidup Dalam Sebuah Gadget (362) Antara yang Maya dan yang Nyata
  203. Lilin – (363) Di Balik Jendela Hitam (364) Setengah Dari Hidupnya Adalah Puisi
  204. Litotes – (365) Manufacture Kekata (366) Sang Majas
  205. Lorensius – (367) Mantra Ram-Rem-Ram-Rem (368) Dua Gadis Cilik
  206. Lubet Arga Tengah – (369) Lubet Dot Com (370) Pameran Peta(Ka)
  207. Lyananda – (371) Di Jaringan Jari (372) Kita dan K menjadi Digital
  208. M Dhaun – (373) Penyair di Era Digitalisasi
  209. M Kulon – (374) Main Ke Rumah (375) Dalam Bus Antarprovinsi
  210. M Abdul Roziq – (376) Coretan Dinding (377) Sinar Remang-Remang
  211. Mahbub Junaedi – (378) Ada Denyar Di Setiap Wangi Atar (379) Suluk
  212. Mardiana Arsjad – (380) Mr Covid Menyapa (381) Balada Rindu Sang Guru
  213. Mariana Pranoto – (382) Suara Sukma
  214. Mario D. E – (383) Kita Mesti Bicara Hari Ini (384) Jadi Kepalaku Sebentar Saja
  215. Marlin Dinamikanto – (385) Ziarah Kubur Sendiri (386) Museum Tambo
  216. Marsya Fitri Yusuf Mandar – (387) Menggantung Mimpi Pada Aplikasi
  217. Martalena – (388) Tersesat Dibelantara Gadget (389) Exsodus Puisi
  218. Marthen Edison – (390) Diksi Kutu Loncat (391) Puisi Biner
  219. Marwanto – (392) Kisah Purba (393) Kasih Purba
  220. Masiah Firdaus – (394) Sebuah Mimpi Dalam Sesat (395) Bumi Murka
  221. Matdon – (396) Gabut (397) Usia
  222. Maylani Putri Maharani – (398) Era Digitalisasi
  223. Merawati May – (399) Selayang Sayangku
  224. Miftachur Roza – (400) Virtual Para Penyair (401) Berjumpa Penyair di FB
  225. Mizniwati – (402) Biarkan Pikir Merenda Kata (403) Anak Puisi di Laman Maya
  226. Mohammad Iskandar – (404) Tanpa Batas (405) Dalam Jaringan
  227. Mohammad Saroni – (406) Membayar Hutang Masa Lalu (407) Luka Tak Akan Padamkan Semangat
  228. Mohammed Al Syafiq – (408) Seorang Penyair (409) Bila Aku Menjadi Penyair
  229. Mufidz At thoriq S – (410) Waktu Sudah Pucat
  230. Muhammad Alfariezie – (411) Meski Dunia Berduka
  231. Muhammad Ami Thalib Hermawan – (412) Kisah Seorang Penyair Amatir (413) Puisi Tanpa Kertas
  232. Muhammad Barcov Firdaus – (414) Sejak Semesta Meledak dan Planet Ada (415) Dunia Penyair
  233. Muhammad Daffa – (416) Puisi Dalam Jaringan (417) Autobiografi Masa Kini
  234. Muhammad Dani – (418) Dimensi Waktu
  235. Muhammad Lefand – (419) Tiga Puluh Larik Untuk Penyair Lugu (420) Ada Jejak Penyair yang Lupa Diketik
  236. Muhammad Safitri – (421) Seorang Penyair (422) Bila Aku Menjadi Penyair
  237. Muhammad Subhan – (423) Tubuh Puisi Tubuh Batanghari (424) Puisi Pendek Untuk Kisah yang Panjang
  238. Musriadi Amjo – (425) Rumah Baru Para Penyair
  239. Mustiar Ar – (426) Merdeka (427) Ibu Indonesia
  240. Muzahidin Noor – (428) Di Hari Ulang Tahunmu (429) Selamat Ulang Tahun
  241. MZ Billal – (430) Revolusi Puisi
  242. Naldi Firmansyah – (431) Liminal (432) Sajak Demam
  243. Nanang R Supriyatin – (433) Aku Bukan Sisifus (434) Negeri Tanpa Pintu
  244. Nang Sapin Koplit – (435) Takdir Penyair (436) Sajak Ambigu
  245. Nanik Lani – (437) Mati Suri
  246. Nanik Utarini – (438) Riuh Dalam Sunyi (439) Duka Ibu Pertiwi
  247. Neyl Krisman – (440) Media Asa (441) Syair Terbuka
  248. Ni Wayan Idayati – (442) Ruang Maya (443) Pesan Singkat
  249. Nizar Machyuzaar – (444) Swafoto
  250. Nofieana Gusti Winata – (445) Goresan Srikandi (446) Meraki Sang Pujangga
  251. Nok Ir – (447) Pada Kulai Puisi (448) Perahu Kertas
  252. Nonem Nolep – (449) Terlahir Kembali (450) Emak Baru
  253. Nora Septi Arini – (451) Menulis Jejak Dalam Sebuah Portal (452) Sebuah CD Berbagi Selembar Puisi
  254. Norham Abdul Wahab – (453) Jarak Jumpa dan Kerinduan
  255. Norrahman Alif – (454) Joni Mencari Istri (455) Menghitung Kerut Kening Kesedihan Warda
  256. Novita Ayu Lathifah – (456) Saksi Karya Pujangga
  257. Nuka Roku – (457) Jadi Korban Zaman
  258. Nur Ferbrianti – (458) Aku Menemui di Beranda Facebook (459) Android 7.0.6
  259. Nur Khofifah – (460) Sabda Maya (461) Segenggam Roti Orang-Orang Suci
  260. Nurhayati – (462) Gaya Pencari Inspirasi (463) Merdeka Berkarya
  261. Nurhidayati Arsuni Dahlan – (464) Puisi Masa Kini
  262. Nurtaufik – (465) Hari Puisi (466) Cerita Pada Suatu Hari
  263. Ola Keraf Rafael – (467) Elegi Penyair di penguhujung Masa (468) Pada Dinding Kamarku Retak
  264. Omni Koesnadi – (469) Masa Depan Puisi (470) Dunia Maya
  265. Ons Untoro – (471) Seolah di Ruang Sebelah (472) File dan Pasword
  266. Ossiehelmi – (473) Apa Kabar Suara
  267. Oyat Hayati – (474) Rangkaian Aksara (475) Tangisan Sang Penyair
  268. Pahrus Zaman Nasution – (476) Merangkai Kata Dalam Cahaya
  269. Paulus Heri Hala – (477) Telpon Terakhir (478) Ketika Pedang Kata Bergelantungan Dalam Medsos
  270. Pensil Kajoe – (479) Kuota Malam (480) Dunia Dalam Gadget
  271. Perpustakaan Cahaya Ilmu – (481) Dialog Seorang Penyair dengan Kematian (482) Musim Puisi
  272. Persit Kartika Chadra Kirana Eka Fitriyani – (483) Sosial Media Menjadi Pelantara Aksara (484) Dunia Dalam Berita
  273. Pink – (485) Luka Asmara
  274. Pulo Lasman Simanjuntak – (486) Corona dari India Utara
  275. Purcahyono Hari Prasetyo – (487) Tak Dibatasi Ruang dan Waktu
  276. Putri Bungsu – (488) Pesan Seorang Guru (489) Membaca Sejarah Watugilang
  277. Rafa Kamajaluka – (490) Email Luka Laku Korona
  278. Rahem – (491) Mimpi Penyair (492) Biodata Penyair
  279. Rahmadi – (493) Diksi Cinta
  280. Rahmadi Salman – (494) Diksi Berpuisi (495) Bangsaku Berduka
  281. Rahmat Hidayat – (496) Penyair Hari Ini (497) Mendengarkan Alam Berbicara
  282. Rahmat Setiadi – (498) Eksistensi Yang Terpuji (499) Kiblat Jamaah Sedunia
  283. Ramadhan Purnama – (500) Tepat Ke Barat
  284. Rambut Kristinta – (501) Rumah Mewah (502) Jembatan Hijau
  285. Ratih Maryam – (503) Akan Ada Masa (504) Bapak, Kini Puisiku Divisualisasi
  286. Ratu Nuzuluna Az-Zahra – (505) Sebuah Karya (506) Sang Mentari Bangsa
  287. Rd Nanoe Anka – (507) Penulis Tua dan Laptopnya (508) Ketika Sedang Menulis Puisi
  288. Redovan Jamil – (509) Penyair yang Terus Menulis Surat Untuk Kekasihnya (510) Balada Kedai Kopi
  289. Refdinal Muzan – (511) Pemintal Sinyal (512) Kekasih Virtual
  290. Refli Zomri – (513) Penantianku di Telaga (514) Menggapai Fitrah
  291. Resmana Primadiana – (515) Dalam Pelukan Syair (516) Dunia yang Tergenggam
  292. Retno Indrarsih Soerono – (517) Gawai (518) Penyair Digital
  293. Retno Sayuti – (519) Sebuah Kotak Kaca (520) Tanya Sang Bocah
  294. Reza Yudhistira – (521) Pulang Sekolah (522) Persiapan
  295. Rezqie M.A Atmanegara – (523) Suluk Digital (524) Ode Penyair Tua: Berpegang Teguh Pada Kesejatian Kata-Kata di Sepanjang Zaman
  296. Rhyna Rhynanti – (525) Menjelajahi Dunia (526) Berselancar di Dunia Maya
  297. Riami – (527) Pintu Lorong Waktu di Dunia Maya (528) Jendela Cyber Untuk Penyair
  298. Rian Hidayat – (529) Pakaian Puisi Seorang Penyair (530) Era
  299. Rian Ibayana – (531) Jejak Maya
  300. Rica Alfa – (532) Penyair di Era Digitalisasi
  301. Ricky Syah – (533) Aku Tuhan yang Kau Ciptakan (534) Penyair yang Kehilangan Pekerjaannya
  302. Rida Asilah – (535) Suara Lirih Anak Bumi
  303. Ridwan Djaudjali – (536) Akulah Sang Penyair Digital (537) Pada Simungil Dekil Berotak Besar
  304. Ridwan Hasan Pantu – (538) Migrasi (539) Dan yang Tak Tersampaikan
  305. Rifat Khan – (540) Apakah Kau Bisa Jatuh Cinta Padaku?
  306. Rilen Dicki Agustin – (541) Era Digital: Ladang Penyair Bagi Pengikutnya (542) Pada Tubuh Google
  307. Rini Intama – (543) Etape Lima (544) Etape Masa Depan
  308. Rini Valentina – (545) Selimut Merah
  309. Rio Aryandra – (546) Puisi Kuda 0.0 – 4.0 (547) Kebun ManusiaPuisi KudaPuisi Kuda 2
  310. Rio Dee – (548) Dual Sim Card (549) Touchscreen
  311. Rion Albukhari – (550) Domino Higgs (551) Jangan Engkau Menjadi Mawar
  312. Riri Satria – (552) Post Truth Society (553) Alienasi
  313. Riska Widiana – (554) Ladang Kata-Kata (555) Ladang Bagi Penyair
  314. Rissa Churiah – (556) Ingin Jadi Ponsel Aja (557) Amuk Informasi
  315. Riswo Mulyadi – (558) Di Bawah Rimbun Kamboja
  316. Rizal Raenaldi Kadir – (559) Menatar Kilas Balik
  317. Rizky Burmin – (560) Sebuah Dunia Lain (561) Tak Ada Internet
  318. Robertus Belarminus Pangu – (562) Perempuan Itu (563) Sajak Wanita Lanjut Usia
  319. Roely Slamet – (564) Memancing Amarah Emoji (565) Anak Panda Dari Temanggung
  320. Romy Sastra – (566) Bumi Yang Tergadai (567) Perjalanan Sajak
  321. Rosmita – (568) Begitu Gampang Bukan? (569) Akun Bodong
  322. Roymon Lemosol – (570) Merawat Puisi (571) Dari Biji Mata Ibu
  323. Roz Ekki – (572) Arketipe Cinta Di Dinding-Dinding Gua (573) Kawat Jaring Laba-Laba Dan Algoritma Sibernetik
  324. Rudi Roma Doni – (574) Syahdunya Insan ? (575) Izrail
  325. Sagara Agasi – (576) Aksara
  326. Saiful Bahri – (577) Notifikasi Pesan Sepi (578) Pandangan Maya
  327. Sam Mukhtar Chan – (579) Genap dan Ganjil (580) Kerinduan Camar Pada Ombak
  328. Sami’an Adib – (581) Biografi Tubuh (582) Manuskrip Terakhir
  329. Sang Bayang – (583) Mihrab di Bentang Waktu (584) Sepotong Puisi Satu Dimensi
  330. Santi Asesanti – (585) Dunia Tanpa Batas
  331. Sapitri Indah – (586) Balada P(Em)Uisi (587) Balada P(Emuisi) II
  332. Sapto Wardoyo – (588) Beri Aku Sedikit Waktu (589) Pada Sekotak Cahaya
  333. Sarah Safnah – (590) Benci dan Cinta (591) Antara Kita…
  334. Sengat Ibrahim – (592) Pada Suatu Kapal Menuju Pulau Poday (593) Kepada Diri yang Sungguh Puisi
  335. Setiyo Bardono – (594) Berburu ke Layar Datar (595) Perjalanan Kata di Ruang Kuota
  336. Shantined – (596) Di Secangkir Kopi Penyair
  337. Shiny ane el’poesya – (597) .. Jam Menunjukkan Waktu Generasi Puisi 0.1 : 0.1 (598) Post—
  338. Sigondrong Dalam Diam – (599) Lelaki Pemecah Batu Ketinggalan Abad (600) Epilog Abad dan Adat
  339. Sila Sila Yusuf – (601) Kata Bapak, Bayiku (:) (602) Melipat Daun
  340. Siti Nurjanah – (603) Elegi Pena Pujangga Tua (604) Puisiku Kini
  341. Siti Sumarni – (605) Romantika Gunung Brengos
  342. Slamet Priyatin – (606) Squawka (607) Kick and Rush
  343. Sri Djoko – (608) Cipta Rasa Susastra (609) Nyanyian Jangkrik
  344. Sri Hartati – (610) Diksi Tiada Tara (611) Sang Guru
  345. Sri Sunarti – (612) Ketika Pagi di Virtual (613) Suara Orang-Orang Dari Gawai
  346. Srie Astuti Asdi – (614) Penyair dan Era Digitalisasi (615) Bab Penyair dan Musim di Era Digital
  347. Sriyanti S Sastroprayitno – (616) Penyair Facebook (617) Tergagap
  348. Sriyatun – (618) Tubuhku Adalah Gadget (619) Penyair Rebahanisme
  349. Stangkai Kasih Putih Alghie Suwandi – (620) Jendela Kaca (621) Sudahilah Tuan
  350. Sufryadi Bunyamin – (622) Digitalisasi Manusia (623) Isolasi Kata
  351. Sugiyanta – (624) Migrasi Abjad-Abjad Yang Terluka (625) Supardi Djono Darmoko
  352. Suhandayana – (626) Cerita Maya (627) Biodigital #3 
  353. Sukri Arsyad – (628) Kehilangan Purnama
  354. Sukron Hidayat – (629) Rumah Puisi
  355. Sultan Melayu – (630) Tetap Kamu
  356. Sumidah – (631) Aksara
  357. Sunarta Al-Multatuli – (632) Cerita Anda: Dalam Kuota Baper (633) Penyair dalam Jaringan
  358. Supali Kasim – (634) Pada Mulanya Jemari (635) Kata Tanya
  359. Supianoor – (636) Yang Mulai Terlupakan (637) Puisi Lahir Dalam Kesunyian
  360. Sus S Hardjono – (638) Dalam Hitungan Detik (639) Percakapan Penyair di Atas Bintang
  361. Syaefur Rochman – (640) Suara Hati Dalam Diksi
  362. Syafrul Hamdi – (641) Sajak Puisi Digital (642) Rindu
  363. Syahril Rani Daeng Nassa – (643) Kehilangan Buku Puisi (644) Pekikku!!!
  364. Syahryan Khamary – (645) Titian Waktu (646) Memori Penyair Gagu
  365. Syarifuddin Arifin – (647) Bagai Ulat Makan Daun (648) Datanglah, Siapa pun Kalian
  366. Syuman Saeha – (649) Kota Tanpa Kata (650) Dalam Layar Kaca
  367. Tajullail – (651) Penyair Gagal
  368. Tarmizi Rumah Hitam – (652) Sajak Rumahitam 07082021
  369. Tatan Daniel – (653) Penyair yang Menjual Mesin Tiknya (654) Bayangkan Puisi Mati Setiap Kali Dilahirkan
  370. Teguh Santoso Mulyadi – (655) Gambuh Semalam
  371. Teja Purnama – (656) Ponsel (657) Puisi
  372. Tengsoe Tjahjono – (658) Berjalan Bersama Kursor (659) Kuasa Etalase
  373. Thomas Krispianus Swalar – (660) Dengan Puisi Aku Berkeluh
  374. Thomas Madilis – (661) Palestina Sejauh Mata(662) Kartini Tik Tok
  375. Tia Damayanti – (663) Pudarnya Sang Podium
  376. Tiara Nursyita Sariza – (664) Bayi yang Merakit Tubuhnya Sendiri (665) Kecenaan Orang Sekarang
  377. Tionorma Sitanggang – (666) Babe 1 (667) Babe 2
  378. Toto ST Radik – (668) Di Manakah Penyair (669) Password
  379. Tri Wulaning Purnami – (670) Lumba-Lumba Ombak Lovina (671) Persimpangan Luka
  380. Tuti Ismani – (672) Terbiasa Sepi (673) Kembalilah Wahai Fulan
  381. Ujang Nurochmat – (674) Halu (675) Ketika Sajak Mengetuk Jendela yang Terjaga
  382. Umar Tadjuddin – (676) Resolusi Jaman (677) Negeri Liliput
  383. Vedaniar Zahra D.M – (678) Semoga Semakin Memahami (679) Ada Apakah Sebenarnya
  384. Vika Oktaviani – (680) Suara Kebebasan (681) Ke Mana Perginya?
  385. Vito Prasetyo – (682) Paras Digital (683) Arca Puisi
  386. Wahyu Nusant Aji – (684) Perjalanan (Berhenti) Menjadi Penyair
  387. Wahyu Toveng – (685) Lupa Bau Debu Kertas (686) Tidak Butuh Jasad Lagi
  388. Wannofri Samry – (687) Kau Bukan Penyair Salon (688) Penyair 4.0
  389. Wardah Azzahra – (689) Ketika Penyair Jatuh Cinta (690) Dari Mata Seorang Penyair
  390. Warih Wisatsana – (691) Unduh Unggah (692) Desember
  391. Wawan Gibran FA – (693) Tukang Sayur Berpuisi
  392. Wawan Hamzah – (694) Sejuta Khayal (695) Berbagi Imaji
  393. Wayan Jengki Sunarta – (696) Gawai (697) Sandiwara Dunia Maya
  394. Wiji Hastutik – (698) Jejak Digital
  395. Winar Ramelan – (699) Dunia Dalam Sebidang Monitor (700) Puisi Seperti Apa
  396. Windhihati Kurnia – (701) Dunia Maya (702) Siasat
  397. Y Agusta Akhir – (703) Penyair Mabok (704) Dalam Genggaman
  398. Yahya Andi Saputra – (705) Undangan Kematian (706) Isolasi Virtual
  399. Yana Risdiana – (707) Snapgram Meditasi (708) Kosong, Satu, dan Aku
  400. Yandika Yuda Bagas Alam – (709) Sapardi Pada Segelas Doa
  401. Yin Ude – (710) Wajah Yang Sumringah (711) Penyair dan Gadis Kecil
  402. Yoe Irawan – (712) Ditelan Ponsel (713) Aristoteles Terkaget-Kaget di Depan Gadget
  403. Yoffie Cahya – (714) Aku, Penyair (715) Kepada Chairil Anwar
  404. Yogira Yogaswara – (716) Notasi Tuah Seorang Teman (717) Fragmen Sunyi Lajang Terjebak Begadang
  405. Yogyantoro – (718) Paket Data Sang Penyair (719) Vicon Sang Penyair
  406. Yoprey Lesmana – (720) Mencarimu
  407. Yosep Yuniarto – (721) Idealisme Yang Lebur (722) Penyair Penipu
  408. Young Josep – (723) Pena Tua Digitalisasi Nusantara
  409. YS Sunaryo – (724) Puisi Kertas Dan Istri Penyair (725) Kertas Puisi Terbakar
  410. Yudhistira Anm Massardi – (726) Pertanyaanmu Menemukanku (727) Sensa
  411. Yuditeha – (728) Dari Kaca (729) Puisi Kaca
  412. Yuliani Kumudaswari – (730) Dari Marelan Ke Kaligarang (731) Penyintas
  413. Yusman Nasution – (732) Diksi Puisi (733) Telah Lahir Beribu Penyair
  414. Yustika Renie – (734) Aku dan Perkembangan Zaman
  415. Zajima Zan – (735) Barangkali Tempat Istirahat Hanya di Sini
  416. Zakiatunnisa – (736) Tragedi 28 September 2018
  417. Zeinnazen – (737) Kupuisikan Lewat Pesan Singkat (738) Dariku yang Tidak Kamu Kenal
  418. Zuhayfi Zallumy – (739) Penyair Milenial (740) Pandemi Cepatlah Usai
  419. Zulfaisal Putera – (741) Kata-Kata di Layar Gawai
 

Catatan Penting:
  • Nama-nama yang tercantum ada yang diambil dari biodata penyair, ada pula yang diambil dari nama akun FB.
  • Dewan Juri tahap 1, akan memilih 100 puisi dan fokus pada puisi-puisi berjumlah maksimal 30 larik dengan tema ‘Penyair dan Era Digitalisasi’.
  • 100 puisi terpilih akan dibukukan dengan jumlah terbatas.
  • Kesalahan ketik nama, judul puisi dan penyair atau puisi yang belum terdata bisa menghubungi Nana Sastrawan untuk dicek ulang.


Sumber:
¹) Pengantar Jejak Puisi Digital - https://haripuisi.id/pengantar-jejak-puisi-digital/ 
²) Pengumuman Lomba Perayaan HPI 2021 - https://haripuisi.id/pengumuman-lomba-perayaan-hpi-2021/ 
³) Daftar Peserta Lomba Cipta Puisi Grup Fb HPI 2021 - https://haripuisi.id/daftar-peserta-lomba-cipta-puisi-grup-fb-hpi-2021/ 







*



Lomba Cipta Puisi HPI 2021 
haripuisi.id 


*






Buku | Antologi | Puisi | Event | Lomba | Facebook | 




**








AKUNDAstudio | AKUNDA.net | 







.

Antologi Puisi HPI 2021 | MLJ - KSK

HARI PUISI INDONESIA 


MASYARAKAT LITERASI JEMBER 
Bekerjasama 
KOMUNITAS SASTRA KRAJAN 



Program Antologi Puisi 
HARI PUISI INDONESIA 2021



Flyer Info

Batas akhir pengiriman puisi tanggal 20 Juni 2021


*







Pengumuman Hasil Kurasi Program Antologi Puisi 
Hari Puisi Indonesia 2021


Salam Literasi

Dengan hormat kami atas nama Masyarakat Literasi Jember bekerjasama dengan Komunitas Sastra Krajan, yang sedang menggagas pembuatan antologi bersama dalam rangka untuk memperingati Hari Puisi Indonesia 26 Juli 2021. Kami telah menyebarkan informasi sebagai undangan terbuka untuk menjaring naskah yang akan dibukukan bersama. Pengiriman naskah dimulai dari pertengahan bulan Mei 2021 sampai 20 Juni 2021. Total keseluruhan yang telah berkirim naskah kurang lebih 160 orang.

Berdasarkan hasil penilaian kurator dari sekian jumlah naskah dan pengirim, dipilih sebanyak 112 penulis dan ditambah dua koordinator acara. Jadi total ada 114 penulis yang nantinya akan dibukukan karyanya. Sebagian banyak naskah bagi yang tidak lolos, karena tidak sesuai dengan ketentuan/administrasi. Berikut nama-nama yang dinyatakan lolos kurasi: 

1. A. Machyoedin Hamamsoeri - Tangerang, Banten
2. Ag. Andoyo Sulyantoro - Purbalingga, Jawa Tengah
3. Agoes Andika, Ask. - Singaraja
4. Agus Sighro Budiono - Bojonegoro
5. Ahmad Fatoni - Malang, Jawa Timur
6. Ahmad Zaini - Lamongan
7. Akhmad Sekhu - Jakarta
8. Ali Ibnu Anwar - Jember
9. Ali Topan - Indramayu, Jawa Barat 
10. Andi Amriady Alie - Makassar
11. Andi Jamaluddin AR. AK. - Tanah Bumbu, KalSel
12. Ardiansyah - Lampung Utara | News 1 News 2 
13. Aris Setiyanto - Temanggung, Jawa Tengah
14. Arnita - Bandung
15. Asro al Murthawy - Jambi
16. Ayu K. Ardi - Payakumbuh
17. Bambang Kariyawan Ys - Pekanbaru
18. Bambang Supranoto - Karangboyo, Cepu
19. Bambang Widiatmoko - Bekasi
20. Barokah Nawawi - Gebang, Purworejo
21. Bety C. Rumkoda - Maluku Tengah
22. BH. Riyanto - Pamekasan
23. Catur Kristiyani - Pati, Jawa Tengah
24. Cunong Nunuk Suraja - Bogor
25. D Iskandar - Pekanbaru, Riau
26. Dody Yan Masfa  - Gresik
27. Effendi Kadarisman - Malang
28. Eka Budianta - Ngimbang
29. Ekawati - Padang Lawas
30. Ethex - Mojosari, Mojokerto
31. Firman Wally - Tahoku
32. Gambuh R. Basedo - Rembang
33. Gampang Prawoto - Bojonegoro
34. Gilang Teguh Pambudi - Jakarta
35. Hafney Maulana - Idragiri Hilir, Riau
36. Harkoni Madura - Sampang
37. Hendra Sukmawan - Garut, Jawa Barat
38. Heny Purnawati - Pontianak, Kalimantan Barat
39. Hermawan - Kototangah, Padang
40. Heru Mugiarso - Semarang
41. Husnul Khuluqi - Banyumas, Jawa Tengah
42. I Ketut Aryawan Kenceng - Tabanan, Bali
43. Ida Suryani - Bengkulu Selatan
44. Indri Yuswandari - Kendal, Jawa Tengah
45. Juwaini - Kediri
46. Khalid Alrasyid - Kemlagi, Mojokerto
47. L Surajiya  - Kulon Progo
48. Lidwina Ika - Batam
49. Lindung Ratwiawan - Malang
50. Lubet Arga Tengah - Situbondo
51. Lusia Yasinta Meme - Flores, NTT
52. Malik - Tarakan, Kalimantan Utara
53. Mangir Chan - Kudus
54. Marwanto - Kulonprogo, DIY
55. Maulana M. Akbar Wijaksono - Bandung
56. Mim A. Mursyid - Sumenep
57. Mizniwati - Sungaipenuh, Jambi
58. Mochammad Asrori - Sooko, Mojokerto
59. Muhamad Nadzir - Muna, Sulawesi Tenggara
60. Muhammad Fadly Jufri - Ternate
61. Muhammad Lefand - Jember
62. Muhammad Tauhed Supratman - Pamekasan
63. Naldi Firmansyah - Ciwidey
64. Nanang R. Supriyatin - Jakarta
65. Neni Utami Adiningsih - Bandung
66. Ngakan Made Kasub Sidan - Bali
67. Ni Nengah Ariati - Karangasem, Bali
68. Nurhayati - Bekasi
69. Oka Miharzha S. - Tanah Laut, Kalimantan Selatan
70. P. Nuraeni - Sukabumi
71. Pensil Kajoe - Banyumas, Jawa Tengah
72. Prawiro Sudirjo - Bekasi
73. Pulo Lasman Simanjuntak - Tangeran Selatan, Banten
74. Putri Bungsu - Kulon Progo
75. R. Yogi Yulyanto - Bandung
76. Rafael Roga - Maumere Flores
77. Rakai Lukman - Gresik
78. Rasuna - Kandangan, Kalimantan Selatan
79. Rhian D’Kincai - Sumatera Barat 
80. Ria Yusnita - Rangkasbitung
81. Rissa Churria - Bekasi
82. Rosmita - Jambi
83. Roymon Lemosol - Lumoli
84. RR Sri Wulandari - Bengkulu
85. Salimi Ahmad - Jakarta
86. Salman Yoga S. - Takengon, Aceh Tengah
87. Sami’an Adib - Jember
88. Sarifudin Kojeh - Kayong Utara, Kalimantan Barat
89. Shafwan Hadi Umry - Serdang Bedagai, Sumatra Utara 
90. Siamir Marulafau - Nias
91. Siswanto - Jember
92. Siti Salmah - Pekanbaru
93. Slamet Suryadi - Indramayu, Jawa Barat
94. Suhandayana - Surabaya | ap STL, h. 124  
95. Sukardi Wahyudi - Kukar, Kaltim
96. Sukma Putra Permana - Jakarta
97. Sulistyo - Kudus
98. Supianoor - Tanah Bumbu
99. Syahroma Eka Suryani - Sorong, Papua Barat
100. Syarifuddin Arifin - Padang
101. Thalyta Vius Pramesti - Madiun
102. Tintajemari - Blitar
103. Tri Astoto Kodarie - Parepare, Sulawesi Selatan
104. Tri Wulaning Purnami - Sidoarjo
105. Ujang Nurochmat - Jakarta
106. Ulfatul Laily - Sumenep
107. Wahyu Agustin - Sidoarjo
108. Wanto Tirta - Banyumas
109. Warsono - Gumilir Cilacap
110. Wawan Hamzah Arfan - Cirebon
111. Yin Ude - Sumbawa, NTB
112. Yuangga Intania Sheindy Raharjo - Jabon, Sidoarjo
113. Yuliani Kumudaswari - Semarang
114. Zayyil - Situbondo


Credit: 🌐negerikertas.com 📅 June 30, 2021 📖 Sastra




*




Antologi Puisi 

SERIBU TAHUN LAGI 




Pemesanan buku “SERIBU TAHUN LAGI” silakan isi formulir ini: 


Jember, 30 Juni 2021

Koord. Program
Muhammad Lefand


Sumber Info: 



*



Suhandayana, Sublimasi Adam (2021) 

dalam Antologi Puisi Seribu Tahun Lagi, Masyarakat Literasi Jember, Cetakan pertama, Situbondo, Juli 2021, h. 124.



Instagram Edumediart 

*




Zoom Meeting 









post edited August 23, 2021

.

Hari Puisi Indonesia

HARI PUISI INDONESIA

26 JULI



Review | Reportase




Deklarasi Hari Puisi Indonesia


Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia

Indonesia dilahirkan oleh puisi yang ditulis secara bersama-sama oleh para pemuda dari berbagai wilayah tanah air. Puisi pendek itu adalah Sumpah Pemuda. Ia memberi dampak yang panjang dan luas bagi imajinasi dan kesadaran rakyat nusantara. Sejak itu pula, sastrawan dari berbagai daerah menulis dalam bahasa Indonesia, mengantarkan bangsa Indonesia meraih kedaulatan sebagai bangsa yang merdeka.

Bahasa Indonesia adalah pilihan yang sangat nasionalistis. Dengan semangat itu pula para penyair memilih menulis dalam bahasa Indonesia, sehingga puisi secara nyata ikut membangun kebudayaan Indonesia. Nasionalisme kepenyairan ini kemudian mengental pada Chairil Anwar, yang dengan spirit kebangsaan berhasil meletakkan tonggak utama tradisi puisi Indonesia modern.

Sebagai rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah menganugerahi bangsa Indonesia dengan kemerdekaan dan kesusastraan, sekaligus untuk mengabadikan kenangan atas puisi yang telah ikut melahirkan bangsa ini, kami mendeklarasikan tanggal lahir Chairil Anwar, 26 Juli, sebagai Hari Puisi Indonesia.

Dengan ditetapkannya Hari Puisi Indonesia, maka kita memiliki hari puisi nasional sebagai sumber inspirasi untuk memajukan kebudayaan Indonesia yang modern, literat, dan terbuka.

Pekanbaru, 22 November 2012



source blog https://apuetsaartje19.wordpress.com/2017/07/25/hari-puisi-indonesia/ 



*
**




Berita terkait:




Presiden Penyair Siap Deklarasikan Hari Puisi Indonesia

www.liputan6.com 15 Nov 2012


Liputan6.com, Bandar Lampung: Presiden Penyair Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri, bersama sekitar 40 penyair dari seluruh Tanah Air, siap mendeklarasikan Hari Puisi Indonesia.

Deklarasi Hari Puisi Nasional ini merupakan puncak dari serangkaian acara Pertemuan Penyair Indonesia (PPI) I yang akan digelar di Anjungan Idrus Tintin Pekanbaru, Riau, pada 22 November 2012. Demikian keterangan tertulis yang diterima di Bandar Lampung, Lampung, Kamis (15/11/2012).

Menurut Kazzaini Ks, Ketua Panitia, didampingi Eriyanto Hadi, Sekretaris PPI I, rangkaian kegiatan PPI I akan dimulai dengan Musyawarah Penyair Indonesia (MPI) pada siang hari, mulai pukul 13.00 WIB, di tempat yang sama.

Sekitar 40 penyair dari Aceh sampai Papua telah menyatakan akan hadir dalam PPI ini, antara lain John Waromi (Papua), D Kemalawati (Aceh), Acep Zamzam Noor (Bandung), Rahman Arge (Makassar), Micky Hidayat (Banjarmasin), Hanna Fransisca (Singkawang), Isbedy Stiawan ZS (Lampung), Fakhrunnas MA Jabbar (Pekanbaru), Anwar Putra Bayu (Palembang), Pranita Dewi (Denpasar), Suminto A Sayuti (Yogyakarta), Bambang Widiatmoko (Jakarta), dan Sosiawan Leak (Solo).


source https://www.liputan6.com/showbiz/read/454613/presiden-penyair-siap-deklarasikan-hari-puisi-indonesia


*
**


Kenapa Ada Dua Hari Puisi di Indonesia?

Penerbit Garudawaca 29 April 2020


Banyak negara-negara maju, dengan tradisi dan prestasi kesusastraan memiliki hari-hari khusus untuk menandai semangat pengembangan susastra dan kebahasaan. Demikin pula Indonesia, kita juga turut merayakan World Book Day, juga hari Puisi. Uniknya di Indonesia, terutama di kalangan dunia maya, ada dua hari puisi di Indonesia yaitu HARI PUISI INDONESIA dan HARI PUISI NASIONAL.


Hari Puisi Indonesia

Pada 2012, tepatnya 22 Desember 2012, dalam sebuah pertemuan para penyair Indonesia di Anjungan Idrus Tintin, Pekanbaru, Riau, Sutardji Calzoum Bahri (Presiden Penyair Indonesia) membacakan deklarasi yang menyebutkan 26 Juli, tanggal kelahiran Chairil Anwar sebagai HARI PUISI INDONESIA. Sosok Chairil Anwar sang pelopor angkatan 45 ini dianggap berpengaruh terhadap perpuisian Indonesia terutama karena ia muncul dan menonjol dengan gaya puisi dan semangat yang unik, kuat dan baru tepat bersamaan dengan lahirnya Negara Republik Indonesia. Maka sangat beralsan jika Chairil Anwar dijadikan tonggak semangat puisi Indonesia. Acara deklarasi ini dihadiri pula oleh 40an penyair dari berbagai wilayah di Indonesia di antaranya: D. Kemalawati (Aceh), Hasan Al Banna (Sumatera Utara), Iyut Fitra (Sumatera Barat), Rida K. Liamsi (Riau), Hasan Aspahani (Kepulauan Riau), Anwar Putra Bayu (Sumatera Selatan), Dimas Arika Mihardja (Jambi), Isbedy Stiawan ZS (Lampung), Gola Gong (Banten), Agus R Sarjono (Jakarta), Sosiawan Leak (Jawa Tengah), Pranita Dewi (Bali), Micky Hidayat (Kalimantan Selatan), Rahman Arge (Sulawesi Selatan), John Waromi (Papua) dan banyak lagi.


Hari Puisi Nasional

Hari Puisi Indonesia diperingati dan dikampanyekan sejak 2013. Namun kemudian, pada akhir April 2016 tiba-tiba ramai tagar dan ucapan di berbagai media sosial: “Selamat Hari Puisi Nasional” dan disertai ratusan puisi bertaburan di internet Indonesia. Kumparan.com juga menulis berita mengenai hal ini pada 2017 ketika peristiwa akhir april ini terulang kembali (bahkan hingga kini). Sampai kini, belum jelas siapa pemrakarsa Hari Puisi Nasional yang dijatuhkan pada 28 April ini. Namun yang jelas, tgl 28 April adalah juga Hari Kematian sang pendobrak, Chairil Anwar. Jadi, kedua hari puisi ini bersumber pada semangat yang sama, merawat semangat dan kreativitas Chairil Anwar untuk terus mengembangkan kekuatan bahasa dalam mengembangkan perikehidupan Indonesia.

Secara kelembagaan, Hari Puisi Indonesia memiliki kelengkapan baik asal-usul, penyelenggara maupun perwujudan programnya, namun, Hari Puisi Nasional juga memiliki potensi yang kuat dilihat dari ramainya perayaan meski dalam bentuk cuitan, status maupun berbagai tulisan seputar dunia puisi di kancah internet. Mestinya, dengan memiliki dua hari puisi, maka Indonesia akan terus memiliki jutaan puisi-puisi yang tidak hanya indah dalam dekorasi bahasa, namun juga kuat dan menyentuh perikehidupan. Selamat Hari Puisi, Nasional maupun Indonesia.

source https://penerbitgarudhawaca.com/dua-hari-puisi-di-indonesia/



*
**




Hari Puisi Indonesia 2020

mbludus.com 25 Februari 2021


Hari Puisi Indonesia ditetapkan 26 Juli. Penentuan tanggal itu berdasarkan hari lahir Chairil Anwar. Dideklarasikan di Pekanbaru 22 November 2012 berdasarkan kesepakatan para penyair Indonesia yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Sejak itu, Hari Puisi Indonesia dirayakan setiap tahunnya.

Pada tahun 2020, Hari Puisi Indonesia dirayakan dengan berbagai macam kegiatan sebagai upaya menjaga dan melaksanakan komitmen untuk memberi penghargaan yang tinggi kepada perpuisian dan kepenyairan Indonesia, menempatkan perayaan Hari Puisi Indonesia sebagai Hari Raya Para Penyair. Kegiatan-kegiatannya antara lain : (1) Baca Puisi Virtual yang telah dilaksanakan pada 26 Juli 2020 dan diikuti hampir 300-an penyair dari berbagai daerah di Indonesia (2) Seminar Nasional, Puisi Besar Sumpah Pemuda: Kedaerahan dan Keindonesiaan, dilaksanakan pada 28 Oktober 2020 diikuti oleh 100 tokoh penyair dari berbagai daerah di Indonesia (3) Anugerah Buku Puisi berhadiah 100 juta (4) Lomba Cipta Puisi Grup Facebook Hari Puisi Indonesia.

read more ...

source https://mbludus.com/tanah-air-puisi/



*
**

Komunitas Penulis | Sastra | Hari Puisi | Hari Buku | Jurnalisme | Penerbit |

 


*



update Januari 2016 iDay

La PERSADA Nusantara

La PERSADA Nusantara
LaPERSADA Group icon

Kompilasi Grafis

Kompilasi Grafis
Images: ISTIMEWA

Jasa Penulisan, Basic Writing, Editing, Layout

Karya Puisi, Cerpen, Esai Anda di NegeriKertas.com

Karya Puisi, Cerpen, Esai Anda di NegeriKertas.com
http://www.negerikertas.com/

Puisi, Cerpen, Esai | Kedai Kopi | APAJAKE